BUDIDAYA MALU DIKIKIS HABIS GERAKAN SYAHWAT MERDEKA bag.2
KETUJUH, produsen, pengganda, pembajak, pengecer dan penonton VCD/DVD
biru. Indonesia kini jadi sorga besar pornografi paling murah di
dunia, diukur dari kwantitas dan harganya. Angka resmi produksi dan
bajakan tidak saya ketahui, tapi literatur menyebut antara 2 juta – 20
juta keping setahun. Harga yang dulu Rp30.000 sekeping, kini turun
menjadi Rp3.000, bahkan lebih murah lagi. Dengan biaya 3 batang rokok
kretek yang diisap 15 menit, orang bisa menonton sekeping VCD/DVD biru
dengan pelaku kulit putih dalam 6 posisi selama 60 menit. Luarbiasa
murah. Anak SD kita bisa membelinya tanpa risi tanpa larangan
peraturan pemerintah.
Seorang peneliti mengabarkan bahwa di Jakarta Pusat ada murid-murid
laki-laki yang kumpul jam dua sore seminggu di rumah salah seorang
dari mereka, lalu menayangkan VCD-DVD porno. Sesudah selesai mereka
onani bersama-sama. Siswa sekolah apa, dan kelas berapa? Siswa SD,
kelas lima. Tak diceritakan apa ekses selanjutnya.
KEDELAPAN, fabrikan dan konsumen alkohol. Minuman keras dari berbagai
merek dengan mudah bisa diperoleh di pasaran. Kemasan botol kecil
diproduksi, mudah masuk kantong celana, harga murah, dijual di kios
tukang rokok di depan sekolah, remaja dengan bebas bisa membelinya. Di
Amerika dan Eropa batas umur larangan di bawah 18 tahun. Negeri kita
pasar besar minuman keras, jualannya sampai ke desa-desa.
KESEMBILAN, produsen, pengedar dan pengguna narkoba. Tingkat
keterlibatan Indonesia bukan pada pengedar dan pengguna saja, bahkan
kini sampai pada derajat produsen dunia. Enam juta anak muda Indonesia
terperangkap sebagai pengguna, ratusan ribu menjadi korbannya.
KESEPULUH, fabrikan, pengiklan dan pengisap nikotin. Korban racun
nikotin 57.000 orang / tahun, maknanya setiap hari 156 orang mati,
atau setiap 9 menit seorang pecandu rokok meninggal dunia. Pemasukan
pajak Rp15 triliun (1996), tapi ongkos pengobatan berbagai penyakit
akibatnya Rp30 triliun rupiah. Mengapa alkohol, narkoba dan nikotin
termasuk dalam kategori kontributor arus syahwat merdeka ini? Karena
sifat addiktifnya, kecanduannya, yang sangat mirip, begitu pula proses
pembentukan ketiga addiksi tersebut dalam susunan syaraf pusat
manusia. Dalam masyarakat permissif, interaksi antara seks dengan
alkohol, narkoba dan nikotin, akrab sekali, sukar dipisahkan.
Interaksi ini kemudian dilengkapi dengan tindak kriminalitas
berikutnya, seperti pemerasan, perampokan sampai pembunuhan. Setiap
hari berita semacam ini dapat dibaca di koran-koran.
KESEBELAS, pengiklan perempuan dan laki-laki panggilan. Dalam
masyarakat permissif, iklan semacam ini menjadi jembatan komunikasi
yang diperlukan.
KEDUABELAS, germo dan pelanggan prostitusi. Apabila hubungan syahwat
suka-sama-suka yang gratis tidak tersedia, hubungan dalam bentuk
perjanjian bayaran merupakan jalan keluarnya. Dalam hal ini prostitusi
berfungsi.
KETIGABELAS, dokter dan dukun praktisi aborsi. Akibat tujuh unsur
pertama di atas, kasus perkosaan dan kehamilan di luar pernikahan
meningkat drastis. Setiap hari dapat kita baca kasus siswa SMP/SMA
memperkosa anak SD, satu-satu atau rame-rame, ketika papi-mami tak ada
di rumah dan pembantu pergi ke pasar berbelanja. Setiap ditanyakan apa
sebab dia/mereka memperkosa, selalu dijawab ‘karena terangsang sesudah
menonton VCD/DVD biru dan ingin mencobakannya. ‘ Praktisi aborsi gelap
menjadi tempat pelarian, bila kehamilan terjadi.

Leave a Reply